Menelisik rumah sang Jenderal A.H Nasution

30 September 1965, tepat di malam Jum’at sejumlah pasukan Cakrabirawa mengepung kediaman Jenderal Abdul  Haris Nasution. Dalih dari pengepungan adalah untuk menculik Jendral Nasution lalu akan dibunuh dan dibuang di Lubang Buaya.

Atas kejadian kekejaman PKI pada saat itu, membuatnya kediaman sang Jenderal untuk menjadi Museum. Uniknya ada beberapa patung yang menggambarkan reaksi Cakrabirawa seolah-olah hidup dan membuat para pengunjung merasakan bagiamana peristiwa berdarah di rumah sang Jenderal.

Ade Irma Suryani Nasution adalah anak dari Jendral Besar Abdul Haris nasution, yang menjadi korban atas tembakan dari cakrabirawa. Cakrabirawa mengira saat pintu kamar sang Jenderal dibuka adalah dirinya, ternyata pada saat itu bukanlah Sang Jenderal Nasution, akhirnya pada saat itu Cakrabirawa langsung menemba dengan membabi buta, dan terkena punggung dari Ade Irma. Foto diatas adalah puisi untuk Ade Irma Suryani.

Ade Irma sebagai sosok yang cantik dan periang sangat dekat dengan Kapten Pierre Tendean, pada saat kegentingan di rumah sang Jenderal, Cakrabirawa mengira Kapten Pierre tendean adalah Jendral Abdul Haris Nasution. Dengan sigapnya, Kapten Pierre Tendean langsung diculik. Sang Jenderal Nasution sudah kabur lebih dulu, sehingga Cakrabirawa tidak mengetahui bahwa yang diculik adalah ajudan dari Jendral Abdul Haris Nasution.

Foto tersebut sedang menggambarkan saat Sang Jenderal Abdul Haris Nasution mencona untuk melarikan diri dari kepungan cakrabirawa. Saat itu sang Jenderal melompati pagar dan bersembunyi di Gedung kedutaan Irak. Sang Jenderal bersembunyi di dalam tong dan sampai tak sadarkan diri.

Semoga kejadian memilukan ini tidak terulang lagi, bagaimanapun PKI dan Cakrabirawa sudah melakukan tindakan diluar batas akal sehat manusia. Hanya mementingkan sekelompok partai PKI sampai merenggut banyaknya nyawa. Ade Irma Suryani contohnya, saat ditembak oleh Cakrabirawa usia dari Ade Irma Suryani masih lima tahun. Bayangkan umur lima tahun sudah merasakan sakitnya peluru yang menembus di punggungnya, sekitar ada enam peluru yang menembus di punggung Ade Irma Suryani.

Tags:
author

Author: