PRESIDEN INDONESIA YANG TERLUPAKAN

 

Sebelum kita masuk di tajuk ini, apakah kalian sudah mengenal dan menghargai jasa para pahlawan kita yang sudah mengorbankan nyawanya untuk mengusir para penjajah dari bumi Indonesia? Saya rasa hanya sedikit orang yang mengerti hal akan ini. Kita tahu bahwa Indonesia tidak anti asing melainkan anti penjajah. Oleh sebab itu, kita wajib meneladani para pahlawan yang sudah susah payah berjuang menjadikan Indonesia sebagai negara anti penjajah. Bapak penemu bangsa telah menyusun Pancasila sebagai ideologi negara untuk menyatukan perbedaan yang ada karena bangsa Indonesia berdiri di atas begitu banyak perbedaan. Saya selaku penulis akan sedikit menelusuri jejak pahlawan kemerdekaan republik Indonesia, salah satunya adalah presiden Indonesia yang terlupakan. Presiden yang dulu berdiri di garda depan saat agresi militer Belanda II pada tahun 1948.

Rakyat Indonesia begitu banyak, yaitu dari Sabang sampai Marauke, dari Myiangas sampai pulau Rote. Namun pada umumnya rakyat Indonesia ini hanya mengenal Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudonoyono, dan Joko Widodo. Padahal masih ada satu presiden yang jarang disebutkan walaupun hanya menjabat 207 hari, yaitu Bapak Syafruddin Prawiranegara. Bapak Syafruddin dengan tanah kelahiranya di Serang, 28 Februari 1911 ini pernah menjabat pimpinan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia). Seharusnya kita sebagai generasi penerus harus mengetahui siapa sebenarnya beliau. Kita tidak asing lagi untuk mendengar kata Soekarno “Hanya Bangsa yang dapat menghargai pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar” tetapi kita tidak tahu lebih dalam tentang siapa di balik Bapak Syafruddin Prawiranegara.

PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dibentuk karena agresi militer Belanda II pada 19 Desember 1948, yaitu pada saat Jakarta dikosongkan untuk dipindahkan pusat pemerintahannya ke Yogyakarta.  Serangan kolonial Belanda saat itu membuat tokoh-tokoh penting seperti Soekarno dan Moh. Hatta tertangkap dan diasingkan ke pulau Bangka. Pada saat itu kondisi sedang sangat genting. Hal tersebut dikarenakan Soekarno dan Moh. Hatta diculik sehingga membuat pemerintahan tidak berjalan dengan normal.

Bapak Syafruddin selaku tokoh penting di balik terbentuknya uang pertama Indonesia ORI ( Oeang Republik Indonesia) sebagai artibut penting untuk negara yang berdaulat dan orang kepercayaan Soekarno-Hatta untuk diutus menjadi membentuk PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia), pria berdarah campuran Minang dengan Banten ini pernah memegang jabatan penting, seperti gubernur Bank Indonesia, menteri keuangan, menteri kemakmuran, dan wakil perdana menteri. Bapak Syafruddin enggan disebut sebagai presiden melainkan ingin disebut sebagai ketua PDRI saja. Seperti percakapan antara Kamil Toto dengan presiden yang hanya menjabat 207 hari tersebut.

Syafruddin Prawiranegara mendirikan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) bersama pejuang lainnya, seperti Teuku Hasan, Lukman Hakim, Sulaiman Effendi, Mananti Sitompul, Indracahya, Kolonel Hidayat dan Muh. Nasrun. Bapak syafruddin membangun PDRI penuh dengan semangat dan juang. Walaupun saat itu pemerintahan Indonesia sedang genting tetapi Bapak Syafruddin tidak patah semangat untuk mengusir kolonial Belanda dan siap berdiri di garda paling depan Republik Indonesia.

Sebagai generasi penerus yang baik, kita tidak boleh sungkan untuk mengetahui rekam jejak semua pahlawan yang telah mengusir para penjajah yang pernah menguasai Indonesia. Mungkin kita tahu bahwa ada beberapa sejarah kita yang tidak pernah diberikan materinya dibangku sekolah. Saya selaku penulis bisa mengatakan bahwa negara ini dibangun dengan berjuta-juta kebohongan. Masih banyak kasus yang belum terungkap dari hulu sampai hilir, sejarah yang banyak di belokan arahnya, akan tetapi kita perlu diwariskan dengan sejarah yang benar. Kita belum MERDEKA karena penjajah sudah berkamuflase menjadi penjajahan di sektor ekonomi, liberalisasi pendidikan, hukum, budaya, intervensi asing dari hasil tambang, dan salah satunya kita diwariskan dengan sejarah yang sudah di belokan.

 

 

Sumber :

https://daerah.sindonews.com/read/914946/29/syafruddin-prawiranegara-presiden-207-hari-yang-terlupakan

 

Rate this article!
author

Author: