Benar kata Novel Baswedan, Polisi tak berani ungkap kasusnya !

Siapa sangka penyidik KPK nomer wahid ini telah disiram matanya dengan air keras, mungkin Novel disiram matanya karena dianggap sangat membahaykan para koruptor di Indonesia. Lalu anehnya sampai sekarang pun belum terungkap siapa palukunya. Kok Polisi begitu lamban ya ??

Untuk diketahui, peristiwa yang menimpa Novel Baswean terjadi pada tanggal 11 Mei 2017, usai Novel melaksanakan solat subuh di Masjid Al Ikhsan, Masjid tersebut tidak jauh dari kediamannya di Jalan Deposito, Pengangsaan Dua, Kelapa gading, Jakarta Utara. Dan atas peristiwa penyiriman itu akhirnya Novel dibawa ke Singapura untuk menjalani perawatan medis yang cukup serius.

Dan sekarang sudah di akhir September, anehnya masih saja belum terungkap siapa pelakunya. Padahal jajaran polisi begitu banyaknya, tapi masih saja belum  satu orangpun dari jajaran Polisi yang bisa menangkap pelaku atas penyiraman ke Novel Baswedan.

Dilansir dari kompas.com, bahwa Novel sudah berspekulasi bahwa Polisi tidak akan berani mengunkanp kasus yang menimpa pada Novel Baswedan. Novel tahu akan hal itu, harusnya penyidik dari kepolisian sudah bisa mengungkap kasus yang di deritanya, ya mungkin karena Novel Baswedan pernah di satuan POLRI.

Jauh-jauh hari Novel sudah pesimistis, tapi pesimistis itu memang benar adanya, dan terjadi sampai sekarang. Menariknya Novel benar-benar yakin bahwa Polri akan lambat untuk mengusut para pelaku yang menyiramkan air keras ke mata Novel. Dan Novel juga menduga ada keterlibatan oknum jajaran polisi dalam penyiraman air keras, bahkan ia menyampaikan kepada perwira Polri saat bertemu dengannya.

Tidak cukup sampai pada penyiraman air keras ke mata Novel Baswedan. Novel sendiri sering dihujani teror dari orang tak dikenal, baik bentuk fisik maupun bentuk saluran telefon. Aduh kasihan juga ya si abang penegak hukum ini, belum sembuh sakit mata yang di deritanya masih kena teror dari orang lain.

Novel beryakinan, jika kasusnya dapat ditangani serius oleh Polri, dan kepolisian berani mengungkap siapa dalang penyerangan ke Novel, maka bisa dipastikan akan menjadi pembenahan di tubuh korps kepolisian Indonesia.

Karena lambannya Kepolisian Indonesia untuk mengungkap kasus pada Novel Baswedan, istri tercinta dari Novel akhirnya melayangkan surat ke Bapak Presiden Jokowi. Seperti ini isi suratnya :

Harapan saya Equality Before The Law harus benar-benar ditegakan, tidak pandang bulu, tidak pandang kaya atau miskin, tidak pandang anak peabat atau anak petani, tidak pandang aku, kamu, atau kalian, karena semua orang dimata hukum itu semua sama, sekalipun itu seorang Presiden. Kalau kata Abangku Iwan Fals “Tegakkan hukum setegak-tegaknya, adil dan tegak dan pandang bulu”. Kalau saya analogikan ke kasus Novel, bahwa penegakan hukum di Indonesia belum lah serius, mereka para penegak hukum masih sering ndagel untuk mengungkap suatu kasus. Misal kasus yang lain Munir dan Wiji Thukul juga belum terungkap kan siapa dalangnya, tapi saya tidak akan bahas itu.

Kalau kata orang hukum “FIAT JUSTITIA RUCAT CAELUM” kalau dalam bahasa Indonesia kira-kira artinya “tegakkan keadilan walaupun langit akan runtuh”.  Merdeka !!!

 

 

Sumber :

https://news.okezone.com/read/2017/07/23/337/1742278/kasus-novel-baswedan-belum-terungkap-kompolnas-jangan-ada-yang-pesimis

http://nasional.kompas.com/read/2017/07/27/06325461/novel-baswedan–saya-bisa-sebut-polri-tidak-akan-berani-mengungkap

Tags:
author

Author: