Akuntansi dalam Kontestasi Perpolitikan Tanah Air

Sebagaian orang bahkan kebanyakan orang jika dengar kata Akuntasi terlintas dibenak pikirannya Akuntansi adalah Laporan Laba-rugi, Neraca, Arus kas, Kertas Kerja, Jurnal umum, parahnya ada yg berpikiran seperti ini, Akuntansi ya bahas masalah debet dan kredit. Hee. Sebetulnya Ilmu Akuntansi itu sangat luas, Akuntansi tidak melulu seperti yang saya tulis diatas tadi. Jika kalian kuliah dan mengambil jurusan Akuntansi, pasti kalian kau bahwa ilmu akuntansi adalah ilmu yang sangat luas, tidak seperti apa yang kita pelajari dibangku SMA.

Dalam bangku kuliah, ilmu akuntansi murni mengajarkan persilangan antar ilmu jurusan lain. Misal ilmu akuntansi yang dipersilangkan dengan ilmu agama Islam, maka jadi Ilmu Akuntansi Syariah. Lalu, ilmu akuntansi dengan ilmu Menejemen maka jadi ilmu Akuntansi Menejemen, ilmu Akuntansi dengan ilmu hukum bisa jadi Akuntansi Perpajakan, ilmu Akuntansi dengan ilmu pemerintahan maka jadi ilmu Akuntansi Pemerintahan Daerah. Dan lain sebagainya, masih banyak ilmu Akuntansi yang bisa dipersilangkan dengan ilmu jurusan lain.

Disini saya hanya akan membahas beberapa kaitannya ilmu Akuntansi dalam perpolitikan di tanah air, saya bahas dari disiplin ilmunya dan mantan Mahasiswa Akuntansi yang sekarang menjadi petarung politik Nasional. Soalnya saya sendiri juga Mahasiswa Akuntansi gan, hee…

Sebenarnya banyak kaitannya antara Akuntansi dan Politik dan itu tidak kita sadari ada banyak disekitar kita, saya beri contoh terkait pelaporan dana partai, semua partai politik di Indonesai yang sah secara hukum diwajibkan memiliki laporan keuangan partai. Fungsi laporan keuangan partai untuk mengetahui dari mana saja partai tersebut mendapat donasi dan kemana saja dana partai tadi di distribusikan, ingat partai politik bukan organisasi Profit Oriented, langsung saja saya kasih contoh laporan keuangan partai, saya ambil contoh dari PARPOL GERINDRA

Diatas adalah contoh dari laporan keuangan Partai, ingat saya bukan kader partai Gerindra, cuman halnya partai Gerindra yang aktif dalam mengumumkan laporangan keuangannya di media dan terbuka secara umum.

Lebih lanjut, parpol dalam penyusunan laporan Keuangannya, setau saya harus mematuhi 2 dasar regulasi. Pertama dari Standar Akuntansi Kuangan (SAK) no 45 tentang organisasi nirlaba, lalu yang kedua UU No 2 tahun 2011 tentang Partai Politik.

Lalu siapa saja yang dulu mengeyam di jurusan Akuntansi lalu sekarang jadi petarung Politik ??? Jawabannya banyak, ingat pada politik seorang politisi tidak harus dari jurusan Ilmu Pemerintahan atau Ilmu Politik, lintas jurusan banyak juga yang menjadi politisi.

Langsung saja, para mantan Mahasiswa Akuntansi yang sekarang menjadi penyelenggara Negara.

Pertama, ada Setya Novanto, tau kan ??? pasti taulah sering muncul di tv kok. Ketua partai Golkar dan Ketua DPR RI tahun 2014-2019 sekarang dipimpin oleh mantan mahasiswa Akuntansi. Setya Novanto sendiri alumni Mahasiswa Akuntansi dari kampus Universitas Widya Mandala Surabaya. Kepiawaian beliau dalam berbisnis akhirnya Setya Novanto dapat mengantongi pundi-pundi yang luar biasa, dan akhirnya terjun di Politik yang dipinang oleh partai GOLKAR. Dari laman wikipedia Setnov mengaku belajar dunia Politik dengan Hayono Isman yang merupakan politisi senior Golkar dan sekarang berpindah ke partai Demokrat.

Kedua, Ignasius Jonan mantan Menteri Perhubungan yang sekarang menjadi Menteri ESDM ternyata alumni Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR. Karir beliau terbilang terus melejit pasca menjadi Direktur Utama PT KAI Indonesia, yang dapat mencuri hati seorang Peresiden lalu diangkat menteri pertamanya di Kementerian Perhubungan.

Ketiga, mantan menteri ESDM yang sekarang digantikan kurisnya oleh Ignasius Jonan, Sudirman Said. Sudirman Said pernah menjadi sorotan media karena Sudirman Said pernah melaporkan hasil rekaman ke MKD yang diduga ada pencatutan sekian nama untuk bagi-bagi saham, kasus yang mencuat saat itu dengan sebutan PAPA MINTA SAHAM. Sudirman Said sendiri alumni STAN, kepiawaian beliau dalam memimpin sejumlah perusahaan Plat Merah akhirnya sama seperti Ignasius Jonan yang bisa menduduki kursi Kementerian.

Mungkin itu dari sekian alumni Mahasiswa Akuntansi yang berkiprah dalam Perpolitikan Indonesia, sebenarnya Igasius Jonan dan Sudirman Said bukanlah kader partai melainkan kalangan Profesional, akan tetapi sebagai jabatan calon menteri tidak lepas dari bisikan kalangan Persiden yang mana disitu juga banyak faktor Politk yang dipertimbangkan. Sebenarnya masih ada beberapa, misal Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti yang belum lama ini terkena OTT KPK, beliau juga alumni Akuntansi Universitas Islam Indonesia, dan masih banyak lagi. Selebihnya bisa ditambahkan di kolom komentar.

 

 

author

Author: