Dua partai baru, dua-duanya merapat ke Jokowi

Kalau saya boleh baca trend politik nasional saat ini memang sangat menarik, dan lebih menariknya ada dua partai yang sekarang merapat ke Pakde Jokowi, misal pasca merapat Pak Harry Tanu selaku ketum dari Perindo, membuat banyak orang terkagum-kagum. Dulu bagaimana sekarang bagaimana, ya betul kata pepatah lain dulu lain pula sekarang.

Banyak orang mengatakan mendukungnya Harry Tanu ke Pakde Jokowi itu karena ada satu faktor, yakni kasus tersangkanya beliau. Padahal partai besutan Bos MNC ini pernah mengkritik tajam bahkan setajam silet ke Pemerintahan yang sekarang. Setelah ditetapkannya asus tersangka beliau hanya dengan hitungan jari, Harry Tanu langsung ambil kompling lalu turunkan gigi, dan bersandar ke Pemerintah. Woowwww….

Mungkin bila Harry Tanu tidak merapat ke Pemerintah bakal bisa panjang urusannya dengan hukum, dengan kedok Pakde Jokowi punya kinerja yang baik, tapi berharap ada harapan lain agar status tersangkanya minimal ya hilanglah, ya tentunya Partai ini terselamatkan untuk Pemilu nanti dan Bisnisnya lancar dan makin jaya. Satu dayung dua tiga pulau terlampui dong ? Hee

Itu bukan menurut saya loh ya, saya hanya mengikuti opini publik lalu saya hanya menuliskannnya disini.

Lalu ada Partai PSI, partai dengan icon anak muda. Belum lama salah satu kader terbaik PSI muncul di acara ILC untuk menolak hak angket dengan mengajak Fahri Hamzah untuk berdialog, tentunya Fahri menanggapi dengan santai. Alhasil PSI begitu mengudara di Media online.

Lebih lanjut, saat orasinya yang menggebu-gebu, tolak hak angket itu lah yang menjadi tema orasinya di depan Gedung KPK. Bagi saya ini wowww, karena saya sendiri juga menolak Hak angket KPK, tapi apalah saya hanya warga Negara biasa yang hanya bisa menulis untuk kampanye di sosmed “Tolak Hak Angket KPK”

PSI sendiri mendukung Pakde jokowi untuk Pilpres 2019. Bagi saya merapatnya PSI ke Pakde Jokowi bisa membuatnya makin populer, apalagi wanita cantik dengan hidung mancungnya yang sekarang sering muncul di media, siapa lagi kalo bukan Tsamara Amany, tentunya partai ini bisa jadi partai yang sukses dan lolos di Parlementary Treshold, tidak cukup itu, bahkan suaranya bisa melonjak dan setara dengan partai yang lebih lama ada. Aminn saya doakan.

Kesimpulannya, Perindo yang dulu getol mengritik ke pemerintah sekarang malah mendukung pemerintah, apakah semua itu ada motif tertentu ? Agar hidup matinya bisnis dan partainya terselamatkan ? Lalu PSI, bagi saya partai ini benar-benar konsisten dari awal untuk mendukung Pakde Jokowi, jadi ya tidak timbul stigma negatif. Semoga tetap konsisten, pokoknya jangan karena Aji mumpung dengan Pemerintah yang sedang berkuasa.

Tags:
author

Author: