Jika PAN berkoalisi dengan PKB di Pilpres 2019

Kita lupakan sejenak perbedaan pandangan PKB dan PAN yang mendukung atau tidak mendukung terkait Full Day School, karena Pakde Jokowi sudah memberikan jalan tengahnya. Ada yang menarik menurut saya, jika PAN dan PKB berkoalisi di Pilpres 2019. Walaupun suara Nasional kedua partai tersebut jika di total kurang dari 20%, artinya PKB dan PAN perlu berkoalisi dengan satu partai untuk memenuhi ambang batas pencapresan.

Saya bukan asal tebak dan itu ada indikatornya, pastinya ada seribu kemungkinan kedua partai ini berkoalisi, misal dari manuver PKB yang mengancam Pakde Jokowi tidak akan mengusungnya lagi, dan saat PKB mengkritik Bu Susi terkait kebijakan penggunaan cantrang.

Apakah ancaman itu hanya sebagai strategi PKB ? bisa iya bisa tidak, mungkin untuk mencuri perhatian simpatisan, ingat loh ya di politik itu tidak ada yang tidak mungkin, bahkan politisi juga bisa mengganti nama matahari menjadi penerang bumi, artinya semua hal bisa terjadi di politik.

Mari kita refers sejenak berapa suara Nasional parpol di tahun 2014 :

Andaikan UU Pemilu kemarin benar-benar disahkan maka artinya untuk mengusung Capres dan Cawapres perlu sebesar 20% suara Nasional dari parpol atau gabungan parpol. Saya akan mencoba menebak-nebak jika kedua partai ini berkoalisi untuk Pilpres 2019, kan tidak ada salahnya untuk menjadi pengamat ataupun menjadi komentator layaknya komentator sepak bola.

Gini, kedua partai ini memiliki hubungan yang erat dengan Organasisasi keislamannya, kita tidak usah menutup mata, kita semua tau bahwa PAN adalah partai yang banyak didukung oleh kalangan Muhammadiyah dan PKB banyak didukung oleh kalangan NU.

Jika kedua parpol ini berkoalisi di Pilpres 2019, pasti akan mendulang suara yang banyak di daerah-daerah manapun dengan dukungan yang erat dari Organisasi Muhammadiyah dan NU. Walaupun ada satu partai yang juga memiliki basis kuat dari kalangan NU yaitu PPP.

Siapa Calon untuk PKB dan PAN untuk maju di Pilpres 2019 ?

Siapa lagi kalo bukan Muhaimin Iskandar atau kerap disapa Cak Imin dari PKB sebagai Capres, dan Bang Zul dari PAN sebagai Cawapres. kedua tokoh itu punya karismatik tinggi di internal partai ataupun di ekternal partai, bahkan saya rasa para kader lainnya akan solid jika ketua umum mereka maju dalam bursa Pilpres.

Berapa sih warga Muhammadiyah dan NU se Indonesia ???

Tidak ada sumber valid seberapa banyak warga NU dan Muhammadiyah di Indonesia, akan tetapi kedua ormas ini memegang basis masa terbanyak di Indonesia.

Dari kalangan internal sendiri juga menduga-duga, entah dari NU ataupun dari Muhammadiyah, belum ada keterangan pasti berapa jumlah warga Nu dan Muhammadiyah sebenarya.

Jika saya mengacu pada cuplikan diatas paling tidak PAN dan PKB memiliki dukungan masa yang masiv, anggap saja di tahun 2019 nanti ada 150 juta warga NU dah Muhammadiyah, dan 50% nya secara “militan” mendukung penuh partai besutan Cak Imin dan Bang Zul, mungkin dan mungkin ada kemungkinan bisa menang di Pilpres 2019 nanti.

Kembali kita ke pembahasan awal, saya sadar bahwa tidak semua warga NU akan mendukung penuh ke PKB andaikan nanti Cak Imin maju sebagai calon Presiden, karena ada PPP yang memiliki basis dari NU juga. Bahkan bisa jadi warga Nahdiyin ini mendukung ke PPP walaupun dari PKB mengusung Cak Imin.

PPP telah mendeklarasi untuk mendukung Pakde Jokowi di Pilpres 2019, andaikan nanti PPP tidak mengusung kadernya sebagai wakil dari Pakde Jokowi, lalu PKB berkoalisi dengan PAN dan Demokrat. Pertanyaanya kemana suara warga NU ??? menurut saya bisa dipastikan secara sikologis akan banyak berlabuh ke PKB kalau Cak Imin menjadi Capres di tahun 2019, karena dari kalangan Nahdiyin ada yang maju sebagai calon Presiden.

Mungkin sekian analisi dari saya. Analisis diatas hanya menurut saya pribadi jika PKB dan PAN benar-benar berkoalisi, mungkin teman-teman memiliki pendapat yang beda. Oh ya, bagi saya sendiri idealnya untuk Pilpres 2019 nanti ada tiga calon, untuk mereduksi Polarisasi dari Pilpres 2014 kemarin, tapi perlu diingat bahwa untul Pilpres dikatakan menang secara sah adalah 50%+1, yang artinya ada putaran kedua jika di putaran pertama dari semua calon hanya menoreh suara dibawah 50%. So kita tunjukan demokrasi yang sehat, jangan saling mengejek tapi mengajak.

 

 

Sumber :

http://www.muslimedianews.com/2014/05/jumlah-warga-nu-83-juta-jiwa-di.html

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/22/20574751/ini.hasil.resmi.rekapitulasi.suara.pilpres.2014

https://news.detik.com/berita/d-3591001/pkb-ancam-tak-capreskan-jokowi-ppp-terlalu-berlebihan

author

Author: