Lirikan Prabowo, dan kritikan PDIP ke Panglima TNI

Belum lama ini kita terus disuguhi oleh isu PKI, mengingat isu PKI selalu hadir di bulan September, kira-kira PKI ini mirip jaelangkung, datang tak di jemput pulang tak diantar. Desas-desus yang katanya PKI akan bangkit juga menuai pro kontra, bahkan film dari G 30 S PKI juga menuai kritikan, dengan dalih film tersebut sudah tak layak tonton di Era Demokrasi ini, apalagi menurut dari Ilham Aidit anak dari DN Aidit (ex ketum PKI) film tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kejadian fakta, misal tidak ada Gerwani yang menari di lubang buaya, dan DN Aidit bukanlah sosok yang hobi merokok.  Tapi dibalik semua itu ada yang menarik menurut saya, yaitu pertemuan Prabowo dengan Gatot Nurmantyo di Cilangkap, Jakarta Timur.

Prabowo di kenal dengan sosok yang begitu Nasionalis, Tegas, dan Berwibawa. Prabowo juga mantan rival Jokowi di Pilpres 2014 lalu. Gerindra sebagai partai besutan Prabowo tak ada habis-habisnya untuk mendukung ketumnya untuk maju di Pilpres 2019. Disamping Prabowo masih memiliki elektabilitas yang tinggi, Prabowo juga dekat dengan para ulama.  Sangat menarik bukan jika Prabowo benar-benar akan maju kembali di Pilpres 2019 nanti.

Kembali ke tajuk diatas, pertemuan Prabowo dengan Jendral Gatot bukanlah pertemuan politik, apalagi pertemuan koalisi. Sangat jauh dari itu, tapi dari pertemuan tersebut para netizen banyak yang berspekulasi. Pertemuan Prabowo dengan Gatot adalah kejadian yang wajar, karena pertemuan itu adalah pertemua silahturahmi di keluarga besar TNI. Bisa dibilang Prabowo sebagai tamu kehormatan di acara tersebut, karena Prabowo sendiri juga pensiunan dari kalangan TNI.

Untuk diketahui, acara silahturahmi yang dilaksanakan di Cilangkap, Jakarta Timur, juga dihadiri oleh beberapa tokoh Nasional, diantaranya ada Try Sutrisni mantan wakil Presiden RI ke 6, lalu ada Wiranto yang sekarang menjabat sebagai Menkopolhukam, kepala staff TNI AD Jendral Mulyono, ketua umum DPP pepabri Jendral (Purn) Agum Gumelar, dan masih banyak Jendral lagi yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu.

Apakah ada sinyal positif Prabowo akan berdampingan dengan Gatot di pilpres 2019 ?

untuk menjawab pertanyaan itu tergantung tergantung presepsi dan spekulasi anda. Tapi ada kemungkinan juga bisa menjadi sinyal postif karena akhir-akhir ini keduanya selalu menjadi buah bibir sebagai calon Presiden 2019.

Jendral Gatot dikenal sebagai salah satu Jendral TNI yang dekat rakyat Indonesia, bahkan dekat dengan kalangan umat muslim. Ada yang mengatakan Jendral Gatot seperti Jendral Soedirman, keduanya sama-sama Jendral TNI yang penuh karismatik, keduanya juga selalu menjunjung nilai religius, itu alasan kenapa banyak orang yang mengatakan bahwa Jendral Gatot seperti dengan Jendral Soedirman.

Ketegasan Jendral Gatot banyak orang yang mengatakan mirip dengan ketegasan Prabowo, apalagi saat sang Panglima TNI yang sedang menjabat ini begitu kekehnya untuk pemutaran kembali film G 30 S PKI, meskipun menuai pro konta di kalangan masyarakat dan di kalangan para politisi.

Tidak cukup sampai disitu bahkan Jendral Gatot dihujani kritikan ketika menjawab dengan kalimat “emang gue pikiran” saat ditanya oleh presenter ILC Karni Ilyas terkait ke akuratan film G 30 S PKI.

Kira-kira berikut pernyataan Jendral gatot di acara ILC :

 “emang Gue pikirin”. “semua adalah wewenang saya sebagai panglima, yang berhak melarang saya adalah pemerintah dalam hal ini Mendagri dan Presiden Jokowi. Dimana Mendagri dan Presiden setuju dengan usulan saya”.

PDIP kritikk ke Panglima TNI

Lebih lanjut ketika Jendral Gatot mengintruksikan nonton bersama film G 30 S PKI di internal TNI, beberapa politisi PDIP makin getol untuk mengkritik ke sekian kalinya ke Jendral Gatot. Kritikan sebelumnya pernah dilontarkan oleh politisi kawakan PDIP Andreas Hugo Pareira, Andreas yang duduk di komisi satu DPR RI mengkritik atas pembacaan puisi Jendral Gatot di Rapimnas Golkar yang seolah-olah Jendral Gatot sedang mengkritik sebuah Pemerintahan yang berkuasa.

.

Kritikan kedua saat dianggap Jendral Gatot sedang berpolitik oleh PDIP, karena Panglima ini mengintruksikan untuk menonton film G 30 S PKI di internal TNI.

 

Dengan santainya Jendral Gatot menjawab tudingan itu,

 

Padahal PDIP adalah partai penguasa, dan Jendral Gatot menjadi Panglima TNI dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Jika kerenggangan PDIP dengan Jendral Gatot berlarut-larut sampai tahun politik 2019 mendatang, akan ada kemungkinan Jendral Gatot akan menjadi penantang Jokowi. Sehingga duet antara Prabowo dan Jendral Gatot bisa terjawab, atau bisa jadi Jendral Gatot maju sebagai Capres, untuk itu hanya Jendral Gatot yang tau kemana ia akan bermuara.

Lirikan Prabowo

Seperti jawaban diatas tergantung presepsi dan spekulasi anda. Saya tidak akan berkesimpulan lebih mendalam dan berspekulasi lebih jauh, yang jelas terlepas benar atau tidaknya adalah sebuah kode politik, hanya Prabowo dan Jendral Gatot yang tahu. Kalaupun itu benar, itu sah-sah saja. Konstitusi kita menjamin semua Warga Negara bisa Bernegara, lebih kusus menjadi calon Presiden dan calon Wakil Presiden.

Begitulah kira-kira.

 

 

Sumber :

http://www.mediaindonesia.com/news/read/123633/prabowo-hadiri-silaturahmi-keluarga-besar-tni/2017-09-22

 

Tags:
author

Author: