Angka Kemiskinan di Indonesia meningkat, siapa yang bertanggungjawab ?

Kemiskinan adalah persoalan Bangsa Indonesia yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah kunjung usai. Memang betul kismiskinan tidak bisa diretas 100%, tapi angka kemiskinan paling tidak bisa diminimalisir. Dan untuk meminimalisir perlu upaya yang begitu masif agar keseriusan dalam meretas kemiskinan benar-benar terjadi.

Kita tak usah menutup mata bahwa kemiskinan sudah berkurang, bahwa jika kita pergi ke suatu tempat dapat dipastikan kita bakal melihat satu atau dua orang miskin di pinggir jalan. Dilansir dari tempo.co bahwa angka kemiskinan di Indonesia kian meningkat, misal pada bulan Maret 2017 jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,7 7 juta orang. Angka itu menurut kepala BPS Suhariyanto bertambah 6, 90 ribu orang dari bulan September 2016 yang sebanyak 27,76 juta orang.

Saya rasa kemiskinan tidaklah kunjung usai, malah semakin tahun semakin bertambah. Tapi ingat disini jangan judge Pemerintahan dulu, karena tiap tahun tentunya angka kelahiran dan kematian pasti ada. Jika kita lihat fenomena demikian, artinya angka kelahiran kita lebih besar dari angka kematian. Bahkan menurut Kepala BPS Suhariyanto pada bulan Juli 2017 total penduduk Indonesia sudah mencapai 261 juta jiwa.

Lalu siapa yang bertanggung jawab penuh atas kemiskinan di Indonesia ? Pemerintah atau kita ? kalau menurut saya dua-duanya, dari Pemerintah juga harus bertanggungjawab penuh, dan dari diri kita masing-masing juga bertanggungjawab penuh. Tapi ingat sesuai porsinya, Pemerintah melakukan upaya untuk meretas kemiskinan bisa dengan membuat kebijakan, beda dengan kita, yang biasa memperdayakan tenaga dan pikiran kita sendiri, misal dengan melakukan kegiatan sosial.

Kalau kita mengacu pada UUD 45 pasal 34 ayat 1 ialah :

                “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”

Dan UUD 45 pasal 34 ayat 2 ialah :

                “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”

Kalau kita hayati dari UUD 45 pasal 34 ayat 1 dan 2 memang begitu mulianya bunyi pasal ini, seolah-olah peraturan yang sudah di tetapkan akan menjadi sebuah landasan kuat untuk di implementasikan ke keadaan sebenarnya. Tapi kenyataan dan data menjawab, angka kemiskinan masih ada, masih banyak, dan masih kian menambah.

Seperti yang saya tulis diatas, bahwa angka kemiskinan memang tidak bisa dihapuskan, tapi bagi saya paling tidak bisa di minimalisir. Walaupun angka kelahiran semakin meningkat, tapi angka kemiskinan juga harus berkurang, itu yang menjadi PR kita bersama.  

Lebih lanjut, kalau kita benar-benar serius dan Pemerintah benar-benar serius untuk meretas kemiskinan, kuncinya uang Negara jangan banyak di korupsi dan kita sering berbondong-bondong untuk saling berbagi. Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan, misal menaikan pajak pada perusahaan besar, diberikan pelatihan wirausaha kepada orang kurang mampu, atau dengan meningkatkan mutu pendidikan, maka akan menghasilkan output murid yang berkualitas, presepsi saya jika Pemerintah terus meningkatkan mutu pendidikan, maka secara tersirat kemiskinan di Indonesia bisa makin berkurang. Kok bisa ? apa korelasinya ? ya kan kemiskinan salah satunya juga berawal dari kebodohan manusia, kalau banyak orang untuk mencari ilmu dapat dipastikan akan sedikit angka kebodohan dan akan berdampak dengan menguranginya angka kemiskinan. Ya saya menaruh harapan penuh untuk melahirkan genarasi penerus dan pelurus Bangsa yang berkompeten.

Untuk kita sebagai warga Indonesia biasa, yang bukan bagian dari Pemerintahan. Mungkin kita bisa sering saling berbagi kepada orang disekitar kita yang benar-benar membutuhkan, walaupun tidak memiliki efek jangka panjang, paling tidak kita sudah membantu orang tersebut di hari itu. Sukur-sukur kita bisa membantu dengan maksimal untuk jangka panjang.

Jadi kesimpulan, kita semua adalah orang yang bertanggungjawab untuk meretas kemiskinan di Negara tercinta ini. Jangan hanya sekedar urun angan, tapi kita juga ikut turun tangan. Kita wujudkan cita-cita dari UUD 45 pasal 34 ayat 1 dan 2. Merdeka !!!

 

 

Sumber :

https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/07/17/090892130/Maret-2017-Jumlah-Penduduk-Miskin-Indonesia-Capai-27-77-Juta

Tags:
author

Author: