Jangan zolimi diri anda karena tidak suka baca

Membaca banyak orang menginterpretasikan sebagai sebuah hobi, padahal kalau kita cermati lebih jauh membaca harusnya bukan hobi melainkan sebagai kewajiban. Seperti kita sembayang dalam agama kita. Sembayang kan bukan hobi, tapi kewajiban. Tapi kalau kita bicara lebih jauh lagi, paling hanya sedikit orang yang memiliki hobi membaca. Kalaupun ada, mungkin hobi membaca sebuah karangan fiktif berupa novel atau cerpen. Ya gak apa-apa sih kalau baca novel dan cerpen, ketimbang membaca berita hoax, atau tidak membaca sama sekali.

Maksud saya begini, kalaupun kita suka membaca karangan fiktit mungkin itu sebagai hiburan kita saja, dan akan mendapatkan wawasan kosakata baru dari setiap tulisan yang kita baca. Tapi bagi saya akan membuang waktu saja kalau kita hidup di Dunia hanya membaca sebuah karangan fiktif. Mungkin akan lebih bermanfaat jika kita membaca sebuah literatur penilitian, atau membaca buku sekolah dari pada kita banyak diluar, atau juga membaca sebuah buku biografi tokoh, dan masih banyak lagi sebuah bacaan yang lebih bermanfaat ketimbang membaca karangan fiktif.

Disini saya tidak melarang untuk membaca karangan fiktif, saya sebagai penulis juga suka membaca karangan fiktif, tapi itu hanya sebagai hiburan saja, bukan menjadi tujuan hidup.

Budaya membaca memang begitu sukarnya bagi masyarakat Indonesia, terlebih kita sebagai masyarakat Indonesia lebih mengenal budaya “tutur” bukan budaya “baca”. Begitu masifnya kampanye untuk membaca, dari kalangan aktivis, pegiat buku, atau dari kalangan pemerintahan, tapi hasilnya masih nihil.

Jika anda tidak suka membaca itu seperti anda sedang menzolimi diri anda. Anda seperti mendapatkan kerugian ilmu, padahal kalau kita sering dengar kata pepatah “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”. Sangat jelas kalimat tersebut, artinya kita sebagai manusia jangan jadikan manusia yang merugi.

Untuk yang sudah bekerja mungkim bisa ditoleransikan, tapi jika masih usia muda, usia produktif dalam mencari ilmu, sangat sangat disayangkan jika anda tidak pernah membaca sama sekali. Padahal membaca itu sangat banyak manfaatnya, selain kita dapat ilmu dari buku yang kita baca, kita juga melatih otak kita dalam menerima suatu informasi positif.

Dilansir dari tribunsnews bahwa Studi Littered nation In the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 Negara. Hal tersebut diungkapkan oleh Subekti, selaku pustakawan perpus RI.

Melihat fenomena itu sangat memprihatikan, pasalnya budaya membaca untuk Negara Indonesia sangatlah rendah, padahal kita punya semangat sama, yaitu semangat untuk Indonesia agar bisa disegani oleh Bangsa-Bangsa lain, tapi dari SDMnya sendiri untuk membaca aja sungkan.

Maka dari itu, mulailah dari sekarang untuk jangan sungkan-sungkan membaca. Memang sangat sulit dan tidak bisa instan, tapi paling tidak mulailah dari sekarang. Kalau bukan sekarang terus kapan lagi, begitulah kira-kira. Semangat membeli buku !!!

Tags:
author

Author: