Akhirnya, Freeport jual sahamnya ke Indonesia

Mungkin ini kabar baik bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan kabar baik untuk para pendukung pemerintah saja. Ya, karena bertahun-tahun perusahaan tambang emas ini seperti menjajah dan tidak ada titik temunya. Akhirnya dengan segala kekuatan yang ada pada Menteri ESDM Ignasius Jonan bisa melumpuhkan Freeport Indonesia.

PT Freeport Indonesia akhirnya takluk, dan sepakat untuk empat poin negoisasi perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Menteri ESDM menyebutkan beberapa poin yang menjadi kesepakatan antara PT Freeport Indonesia dengan Pemerintah Indonesia adalah mendivestasikan total saham sebesar 51 persen ke pihak Nasional.

Lebih lanjut, divestasi sebesar 51 persen ke pihak Indonesia ada mekanisme yang harus dilakukan, misal dengan memberikan waktu tempo. Artinya tidak langsung dijual cuma-cuma, ada waktu yang yang harus ditempuh untuk pencapaian saham sebesar 51 persen.

Gambar diatas adalah waktu yang disepakati oleh PT Freeport Indonesia dan Pemerintah RI, baru bisa melepas sebesar 51% jika sudah menginjak tahun ke 10. Lama ya ? tapi ga apalah, yang  jelas pada Pemerintahan saat ini sudah melakukan terbaik untuk rakyat Indonesia.

Tidak cukup sampai disitu, Menteri ESDM dan kolega juga meminta untuk pembangunan smelter (Fasilitas pengelolaan dan pemurnian mineral) dilakukan selama lima tahun. Target pembangunan smelter ini kira-kira harus selesai pada tahun 2022.

Apasih itu Smelter ?

Dalam dunia pertambangan istilah Smelter sudah tidak asing lagi, akan tetapi istilah ini masih jarang di dengar oleh telinga kita sebagai orang awam. Apalagi kalau kita mendengar kata Freeport pasti kita juga mendengar kata Smelter, tapi kita hanya tahu freepotnnya saja dan kurang mengerti guna dari smelter itu sendiri.

Langsung saja, smelter ialah bagian proses dari sebuah produksi, mineral yang ditambang dari alam biasanya masih tercampur dengan kotoran yang tidak diinginkan, sedangkan mineral itu harus dipisahkan dari kotoran tadi, nah disini peran dari smelter digunakan. Pembangunan smelter ini diwajibkan untuk semua perusahaan tambang di Indonesia, baik itu perusahaan besar maupun perusahaan kecil.

Kira-kira itu sedikit gambaran dari Smelter.

Baik kita lanjut, semoga divestasi sebesar 51% ke Pemerintah RI tidak menjadi isapan jempol semata, walaupun harus menunggu waktu yang cukup lama. Bagi saya, ini termasuk langkah terbaik yang sudah dilakukan oleh Pemerintah saat ini.  

Kalau kita mengacu pada UU BUMN, salah satu syarat perusahaan menjadi BUMN adalah memiliki saham, sebesar 51%. Apakah ini kabar baik, misal PT Freeport Indonesia nanti benar-benar menjadi BUMN ? saya sih berharap demikian, semoga harapan saya PT Freeport Indonesia bisa menjadi sumber kemakmuran rakyat Indonesia. Saya tetap menolak lupa UUD 45 Pasal 33 ayat 3, yang berbunyi :

“Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

Merdeka !!!

 

 

 

Sumber :

http://bisnis.liputan6.com/read/3075294/freeport-akhirnya-setuju-lepas-51-persen-saham-ke-indonesia

author

Author: