Jendral Gatot tidak salah, dan dipolitisirnya ucapan “Emang Gue Pikirin”

Beberapa hari ini dihebohkan dengan penyelundupan 5000 pucuk senjata yang mencatut nama Presiden. Dan yang memesan senjata itu diduga adalah institusi diluar TNI dan Polri. Dengan demikian Jendral Gatot tidak ingin adanya penyelundupan senjata ilegal, karena ini sudah melanggar norma-norma yang berlaku.

Berita ini begitu hebohnya sampai musisi Ahmad Dhani pun ikut angkat bicara,

“Hayo siapa impor 5000 senjata bawa nama Jokowi ? Hayo ngaku, “ kicau Ahmad Dhani dalam Twitter @AHMADDHANIPRAST, Jumaat (22/9)

Karena sudah menjadi konsumsi publik, kususnya konsumsi warganet, akhirnya banyak dari warganet yang ikut berspekulasi mengenai ini, dan parahnya mereka menuding bahwa Jendral Gatot sedang mencari panggung politik tahun 2019.

Masalah mencari panggung politik atau bukan hanya urusan Jendral Gatot yang tahu, dari pernyataan beliau saya rasa wajar. Sebagai Panglima TNI, Jendral Gatot harus mewaspadai akan terjadinya hal-hal buruk di Negara ini. Misal seperti penyelundupan 5000 pucuk senjata.

Karena tidak ingin terus menerus dengan isu-isu miring, akhirnya Wiranto selaku menkopolhukam memberi kelarifikasi mengenai ini, menurut beliau bukan 5000 pucuk, tapi 500 pucuk. Dilansir dari tribunnews bahwa ini hanya salah komunikasi.

Baca : http://www.tribunnews.com/nasional/2017/09/24/wiranto-klarifikasi-pernyataan-panglima-tni-soal-5000-pucuk senjata-ilegal

Jadi jelas ini bukan masalah panggung politik atau bukan panggung politik. Harusnya dengan sigapnya Jendral Gatot kita harus apresiasi, kan ini hanya salah komunikasi saja. Sekali lagi saya katakan ini wajar, seorang Panglima TNI yang sigap mengenai beredarnya isu penyelundupan senjata.

Labih lanjut, untuk berita ini ada sebagaian orang mengaitkan ke pernyataan Jendral Gatot saat di acara ILC, dengan ucapan “Emang Gue Pikirin”, seolah-olah Jendral Gatot yang menjadi Panglima di tubuh TNI tidak menunjukan ke profesionalnya. Oh tidak, justru beliau sudah menunjukan keprofesionalnya. Itu bukan bahasa kebencian, itu bukan bahasa hoax, itu bahasa yang mudah diterima semua orang, kan ga harus sekelas Panglima TNI bicara dengan bahasa langit, atau dengan intonasi yang menggebu-gebu.

Bapak Presiden Jokowi aja sering menggunakan bahasa yang merakyat, dengan bahasa mudah dicerna, tapi intinya pesan yang disampaikan bisa diterima oleh semua orang. Jadi jangan dipolitisir kalimat “Emang Gue Pikirin”.

Semua orang sah-sah saja menginterpretasikan apa langkah-langkah yang sedang ditempuh Panglima TNI sekarang ini, tapi kita harus optimis dengan sosok beliau. Saya yakin, Jendral Gatot bukanlah orang yang ambisius mengenai jabatan.

Kalau banyak orang yang berspekulasi Jendral Gatot akan maju di pilpres 2019 mendatang, lalu salahnya dimana ? itu sudah menjadi hak semua warga Negara. Setiap warga Negara kan punya hak untuk Bernegara. Apalagi Jendral Gatot yang selalu menjadi buah bibir Capres yang katanya akan bertanding dengan Presiden Jokowi.

-Semoga Tuhan senantiasa terus memberikan yang terbaik untuk Bangsa Indonesia –

 

 

Sumber :

http://politik.rmol.co/read/2017/09/23/308260/Importir-5-Ribu-Senjata-Yang-Mencatut-Nama-Presiden-Harus-Digebuk-

 

Tags:
author

Author: