Selamat tinggal Bunda Sitha

Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno atau kerap disapa Bunda Sitha akhirnya terjerat hukum, Bunda Sitha melakukan tindakan korupsi dengan bakal calon wakil walikota Tegal Amir Mirza. Mereka berdua terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada tanggal 29 Agustus 2017. Tercatat Amir Mirza adalah ketua DPD Nasdem Kab. Brebes yang akan berpasangan dengan Petahana untuk Pilwakot tahun 2018 nanti.

Oh ya, untungnya keduanya tertangkap dulu oleh KPK, karena misal keduanya akan melenggang di bursa Pilwakot Tegal dan misal keduanya terpilih, tentunya akan lebih banyak uang yang akan di korupsi nanti. Untuk kasus ini mereka melakukan suap proyek infrastruktur RSUD di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Anehnya penangkapan Bunda Sitha tidak membuat rasa tangis warga kota Tegal, bahkan diantara mereka melakukan syukuran. Mungkin warga yang melakukan syukuran tersebut merasa bahwa Bunda Sitha gagal dalam pembangunan Kota Tegal, dan Bunda Sitha sering melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap PNS di Kota Tegal.

 

 

Tidak cukup gagal dalam pembangunan, jika saya boleh berspekulasi lebih jauh, mungkin karena Bunda Sitha sendiri bukanlah asli dari Tegal. Akhirnya dengan momentum ini warga merasa senang, KPK bisa mengantarkan tempat yang layak untuk Bunda Sitha.

Andaikan Bunda Sitha dapat memimpin Kota Tegal dengan baik, hakul yakin dan ainul yakin walaupun bukan berasal dari Kota Tegal pasti warga akan merasa kehilangan. Ya pemimpin yang bagus adalah pemimpin yang bisa merangkul semua warganya, dari elemen paling bawah sampai elemen tertinggi.

Dilansir dari portal media tribun news bahwa kekayaan Bunda Sitha sebesar Rp 1.451.966.000, yang terdiri dari (Tanah dan Bangunan) senilai Rp 852.791.000, harta bergerak berupa transportasi sebesar Rp 505.000.000, logam mulia senilai Rp 80.175.000, dan Giro dan Setara Kas lainnya sejumlah Rp 14.000.000.

Karena terjeratnya Bunda Sitha oleh KPK, tentunya Kang Nur sebagai Wakil dari Bunda Sitha yang sedang menjabat akan naik podium dan akan memipin Kota Tegal, semoga atas kepemimpinan Kang Nur nanti Kota Tegal bisa makin maju, makin sejahtera, makin baik, semoga anda amanah ya Kang.

Terus terang, saya sebagai penulis bukan asli warga Tegal, tapi kenapa berani menulis ini ? karena saya benci dengan Koruptor. Bagi saya Koruptor adalah kasta terendah dalam dunia permalingan, bahkan serendah maling sandal dan maling ayam. Kejadian ini bisa menjadi warning kepada seluruh Wali kota dan Bupati di daerah lainnya, bawasanya jika anda sudah diberi amanah untuk menjadi pemimpin apalagi menjadi pemimpin eksekutif di tingkat daerah jadilah pemimpin yang benar-benar ngerti kondisi rakyatnya, jangan jadikan rakyat sebagai komoditas Politik.

“Jangan jadi pemimpin yang hanya merasa bisa, tapi sebenarnya kalian kurang bisa merasa”

 

 

Sumber :

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/08/29/terjaring-ott-kpk-berikut-total-harta-kekayaan-wali-kota-tegal

http://regional.kompas.com/read/2017/08/30/14403561/wali-kota-tegal-ditangkap-warga-gembira-dan-cukur-rambut-hingga-gundul

Rate this article!
author

Author: